Simbol Peci dari Grosir Peci Songkok Jakarta Timur Menurut Sejarah

Sudah menjadi rahasia umum jika peci merupakan salah satu kelengkapan pakaian yang juga menjadi identitas bagi penduduk Indonesia. Penutup kepala dari grosir peci songkok Jakarta Timur limited edition ini bukan hanya memiliki filosofi yang dalam tetapi juga menjadi simbol berbagai gerakan.

Sejak era Presiden Soekarno, peci bukan hanya menjadi kelengkapan ibadah saja, tetapi menjadi sebuah ikon pakaian resmi hingga sekarang ini. Hampir semua acara resmi selalu mewajibkan para pria untuk mengenakan topi berbentuk segitiga ini.

Simbol yang Ada di Dalam Peci dari Grosir Peci Songkok Jakarta Timur

Peci bukan hanya sebuah benda yang digunakan sebagai aksesoris belaka. Nyatanya, peci merupakan simbol yang mengikat pada beberapa sisi kehidupan. Di bawah ini akan dibahas beberapa simbol yang dinyatakan dengan pemakaian peci.

1.   Simbol Nasionalisme

Seperti yang sudah sedikit dibahas di atas, salah satu tokoh yang berjasa membuat peci menjadi begitu ikonik adalah presiden pertama Indonesia, Presiden Soekarno. Pria yang kerap dipanggil dengan nama Bung Karno tersebut selalu menggunakan peci dalam kesehariannya.

Bahkan, beliaulah yang menyuarakan agar pemuda pribumi mengenakan peci sebagai tanda perlawanan. Mereka harus memakai penutup kepala tersebut sebagai bentuk kecintaan terhadap Indonesia atau nasionalisme yang besar.

Saat menghadiri pengadilan yang digelar pemerintah Belanda, Bung Karno tetap mengenakan peci kebanggaannya seperti selama saat dia melawan penjajahan kolonial tersebut. Itulah sebabnya hingga kini peci selalu digunakan saat acara resmi.

WhatsApp Image 2022 01 11 at 15 38 43

2.   Simbol Kecerdasan

Di era yang sama, yaitu pada zaman penjajahan, peci juga kerap kali disandingkan dengan para cendekiawan. Hal ini menguatkan peci sebagai simbol kecerdasan karena sering dipakai oleh para terpelajar.

Salah satu tokoh yang kerap terlihat menggunakan peci adalah Bapak Pendidikan Nasional, yang kita kenal dengan nama Ki Hajar Dewantoro. Selain itu, terdapat pula H.O.S Cokroaminoto, pendiri organisasi pertama di Indonesia, Sarekat Islam, juga mengenakan peci dalam kesehariannya.

Beliau jugalah yang berani mendobrak penggunaan blangkon yang identik dengan kebangsawanan dengan peci.

Melekatnya kehadiran peci dalam kehidupan masyarakat Indonesia membuat banyak pengrajin peci di grosir peci songkok Jakarta Timur kerap membuat peci berbagai macam desain. Dengan motif yang menarik, peci menjadi semakin mudah diterima oleh generasi muda dalam keseharian mereka.