Macam-macam Freezer Berdasarkan Laju Pembekuannya

Freezer Mini Portable

Freezer Mini Portable

Freezer adalah sebuah alat pendingin bersuhu di bawah 0 derajat celcius yang berfungsi untuk membekukan makanan atau minuman yang disimpan di dalamnya. Berbeda dengan kulkas yang memiliki suhu di atas 0 derajat celcius, freezer biasanya digunakan untuk menyimpan makanan atau minuman dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dikarenakan pada suhu -18 derajat celcius, bakteri yang ada pada makanan tidak berkembang sehingga tidak akan menyebabkan pembusukan pada makanan.

Macam-macam Freezer Berdasarkan Laju Pembekuannya

  1. Slow Freezer

Slow freezer yang terdiri dari cold storage, chest feezer, curve glass freezer, dll. Laju pergerakan es pada freezer ini yaitu 0.2 cm/h. Dengan suhu 0 derajat celcius hingga -25 derajat celcius. Proses pembekuan pada freezer ini terbilang cukup lama. Permasalahan yang sering terjadi pada freezer jenis ini adalah terjadinya pembentukan bunga es yang terlalu cepat sehingga dapat mengurangi efisiensi freezer. Slow freezer terdiri dari chest freezer, curve glass freezer.

  • Chest Freezer

Chest freezer merupakan alat pendingin bersuhu rendah, tidak cocok untuk mengawetkan makanan untuk jangka panjang karena proses pendinginannya yang cukup lama yaitu 3-72 jam. Harga dari chest freezer tergolong lebih murah.

  • Curve Glass Freezer

Curva Glass Freezer mirip dengan chest freezer diman bekerja dengan suhu 0 derajat celcius hingga -25 derajat celcius, memiliki sliding glass door sehingga cocok digunakan untuk menyimpan dan mendisplay berbagai produk seperti es cream dan frozen food.

  1. Quick Freezer

Quick freezer memiliki laju pembekuan yang lebih cepat, seperti air blast freezer yang memiliki laju pembekuan lebih cepat disbanding cheast freezer yaitu sebesar 0.5 – 3 cm/h. Air balst freezer memiliki suhu 0 derajat celcius hingga -40 derajat celcius, yang mampu mendinginkan tiga kali lebih cepat disbanding slow freezer. Quick freezer  contohnya adalah Air Blast Freezer.

Air Blast Freezer

Freezer jenis ini banyak digunakan pada industry bahan makanan seperti contohnya produk perikanan. Proses pendingina yang cepat akan menghambat proses deteriorasi oleh mikroba, sehingga kualitas dan kesegaran produk akan terjaga dengan baik. Berbeda dengan slow freezer, air blast freezer dapat mencapai suhu -40 derajat celcius.

Sejarah Ukiran Kayu Jepara

Sejarah Ukiran Kayu Jepara

Jepara yang termasuk dalam provinsi Jawa Tengah ini terkenal dengan sebutan “kota ukir”. Kota ini juga memiliki sumber daya alam dan manusia yang menghasilkan mebel ukir yang bernilai tinggi.

Latar Belakang Historis

Mengenai latar belakang adanya tradisi ukir di Jepara hingga sekarang belum diketahui secara pasti. Perkembangan ukiran kayu Jepara ini juga naik turun yang dimulai dari zaman Ratu Kalinyamat di tahun 1521-1546.

Salah satu peninggalan sejarah yang memiliki nilai arkeologis tinggi yaitu masjid dan Pemakaman Mantingan. Di tempat bersejarah tersebut bisa kita temukan hiasan dinding berupa ukiran batu putih yang terlihat halus dan indah.

Dan bersamaan dengan berdirinya Masjid Mantingan tersebut terdapat kemungkinan mulai munculnya seni ukir di daerah Jepara. Dan salah satu faktor yang mendorong adanya seni ukir di Jepara yaitu terjadinya akulturasi budaya.

Selain itu adanya hutan-hutan kayu Jati yang banyak tumbuh di Jepara sangat mendukung terpenuhinya bahan baku pada kegiatan seni ukir di Jepara.

Pertumbuhan seni ukir yang ada di Jepara ini juga banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Islam. Ini bisa dilihat dari adanya larangan bentuk figur makhluk hidup yang ada di setiap unsur ukiran.

Dan setelah pemerintahan Ratu Kalinyamat ini berakhir maka ukiran yang ada di Jepara juga tidak mengalami perkembangan yang berarti bahkan terkesan stagnan.

Lalu pada masa RA KArtini, ukiran Jepara mulai dihidupkan kembali dengan membuka peluang dan memasarkan produk toko furniture jepara hingga ke Batavia, Semarang dan Belanda.

Demi memajukan ukiran di Jepara, RA Kartini juga mendirikan sekolah dan komunitas ukir. Namun semua itu tidak berjalan lama dan komunitas tersebut juga ditutup.

Akan tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat masyarakat Jepara agar terus berkarya. Terbukti keahlian masyarakatnya tersebut diturunkan secara turun temurun hingga kini.

Setelah masyarakat Jepara mengalami stagnan pada keahlian mengukirnya maka ukiran Jepara sudah mulai dikenal luas.

Ukiran Jepara sudah mulai menguasai pasar lokal di Jawa, Kalimantan, Sumatera dan Bali. Dan sekarang ukiran Jepara sudah banyak dikenal luas di kelas Internasional.