Cara Mengolah Limbah Menjadi Biogas Indonesia

Cara Mengolah Limbah Menjadi Biogas Indonesia

Limbah seringkali menjadi masalah untuk kelestarian alam karena memiliki efek polusi yang dapat merusak alam. Limbah dapat berupa limbah cair maupun padat yang merupakan produk samping dari suatu produksi. Namun, limbah ini ternyata bisa diolah menjadi sesuatu hal yang bermanfaat, yaitu biogas Indonesia.

Cara Mengolah Limbah Menjadi Biogas

Contoh limbah yang bisa digunakan sebagai sumber biogas adalah kotoran hewan ternak, daun/tanaman, dan limbah cair dari produksi tahu. Ketiga bahan ini bisa diolah menjadi biogas dengan cara di bawah ini.

1.    Biogas dari Kotoran Hewan Ternak atau Daun Kering

Anda perlu menyiapkan bahan baku, pipa, tangki, an pipa untuk mengolah kotoran hewan ternak menjadi biogas. Campurkan kotoran dengan air. Campuran berkisar 7-9% bahan padat. Bahan baku juga perlu disaring terlebih dahulu untuk membuat bahan homogen.

Kedua campuran tersebut selanjutnya dimasukan ke tangki pencerna (digest tank) dalam kondisi tanpa udara. Anda juga perlu membuat tangki penampung (gas holder) dibagian atas tangki pencerna. Ketika sudah terjadi fermentasi di tangki pencerna, gas yang dihasilkan akan dialirkan ke tangki penampung melalui pipa.

Gas yang berada di tangki penampung dapat dialirkan ke rumah melalui pipa penyalur dengan membuka krannya. Gas ini bisa dimanfaatkan untuk memasak, penerangan, atau sebagai generator listrik. Ketika terjadi kebocoran gas atau gas habis, maka perlu dilakukan pembersihan tangki penampung dan tangki penampung melalui lubang pembersih dengan membuka tutupnya.

Ampas dari pengolahan biogas ini juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang dapat menyuburkan tanah dan membantu pertumbuhan tanaman. Jadi, semua dari proses ini dapat dimanfaatkan.

2.      Biogas dari Limbah Cair

Cara membuat biogas dari limbah cair seperti limbah produksi tahu juga bisa Anda coba. Limbah tahu mengandung gas metana, ammonia, hidrogen sulfida, dan karbondioksida yang bisa berpotensi menjadi biogas.

Langkah awal yang bisa digunakan adalah membuat tempat pengolahan limbah dan butuh waktu berminggu-minggu. Anda perlu membuat digest tank di bawah tanah se dalam tiga meter yang ditutup dengan beton. Digest tank ini merupakan bak untuk menampung limbah cair tahu dan diberi satu pipa sebagai penyalur untuk memasok limbah cair ke bak penampung limbah.

Anda juga perlu membuat tangki penampung gas yang tersambung dengan bak penampung limbah bawah tanah. Di digest tank, proses fermentasi bahan akan terjadi sehingga menghasilkan gas yang mengalir ke atas ke tangki penampung gas. Dalam tangki penampung gas juga dilengkapi pipa-pipa penyalur yang tersambung dengan selang kompor atau lainnya.

Ketika kran dibuka, api akan menyala setelah dipancing dengan korek. Api ini bisa menjadi alternatif untuk memasak selain menggunakan gas LPG yang bersumber dari minyak bumi. Jika dalam keadaan habis, penampung akan dibuka dan ampasnya bisa digunakan untuk pakan hewan ternak.

Bagaimana, apakah Anda tertarik mencoba? Mengolah limbah menjadi biogas Indonesia membutuhkan keterampilan dan kesabaran karena memakan waktu bisa berminggu-minggu. Namun, waktu itu dapat terbayar ketika sudah jadi maka Anda dapat menghemat pengeluaran dengan mengurangi pembelian gas LPG.